Kesempatan itu dicari, bukan direbut

Light Bulp
3 min readJun 14, 2023

--

Photo by Sander Sammy on Unsplash

Suatu saat disebuah panti asuhan sedang menggelar acara makan-makan untuk warga panti. Diantara makanan itu ada roti yang cukup populer belakangan, roti ini menjadi primadona di jamuan makan siang hari itu.

Teng…teng…teng lonceng dinyalakan pertanda makan siang sudah akan dimulai.

Semua warga panti asuhan segera berlari menuju lapangan hari itu, dan betapa kegirangan nya mereka melihat tumpukan roti yang sangat banyak itu. Karena para warga panti sudah mulai berkumpul, maka kepala panti memberikan peraturan makan siang hari ini.

“Dengan ini saya buka acara makan-makan siang dengan peraturan dimana kalian diperbolehkan mengambil roti sebanyak apapun, asalkan jangan berlebihan” terang sang kepala panti.

Lalu acara makan siang pun dimulai dengan dibaginya para penghuni panti menjadi 2 group agar tidak berebut. Dimana group pertama terdiri dari A, B, dan C. Sedangkan group kedua terdiri dari D, E, dan F.

Group pertama mengambil roti, A mengambil 2 biji, B mengambil 2 biji dan C mengambil 10 biji.

Group kedua mengambil roti, D mengambil 10 biji, E mengambil 10 biji dan F mengambil 7 biji.

Setelah kedua group selesai mengambil roti, lalu A dan B duduk dalam satu meja — terlihat disengaja. “Liat deh, masak si C ngambil 10 biji, serakah banget ya dia” ucap A. “Iya jir, group sebelah juga tuh, serakah banget jadi orang. Kan udah dibilang suruh ngambil secukupnya” B mengimbuhi.

Ternyata tanpa disadari omongan mereka berdua didengar oleh kepala panti. Dan beliau langsung menegor C, D, E dan F meminta mereka hanya mengambil 2 biji masing-masing.

Kalo kalian jadi C, apa yang kalian rasain? Kesel? Pasti kesel banget.

Sebenernya kejadian ini tuh lazim banget terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Kadang memang ada peraturan yang sengaja dibuat longgar, dan akan selalu ada orang yang memanfaatkan kelonggaran ini.

Dan menurutku nggak masalah, selama mereka nggak merugikan orang, seperti C, D, E dan F, dimana mereka masing-masing mengambil roti sebanyak 10 biji, ya nggak jadi masalah. Wong aturannya memang mereka dibebaskakn mengambil roti walaupun ada flag ambil secukupnya.

Masalahnya cukupnya satu orang dan yang lain kan beda-beda. Jadi harusnya nggak jadi masalah kalo ada yang ngambil lebih dari 2, toh juga si A dan B kalo mau pun bisa ngambil 10 kok. Pertanyaan nya kenapa mereka nggak ngambil 10?

Takut dibilang serakah? Atau mau keliatan paling sengsara?

Sejujurnya aku agak sebel sama orang yang modelan begini, suka ngiri sama orang yang cukup berani mengambil kesempatan hanya karena mereka pengecut untuk mengambil kesempatan yang sama.

Masalahnya kalopun A sampai F mengambil 10 biji per orang nya sekalipun, rotinya nggak akan kehabisan. Hanya karena A dan B nggak mau keliatan serakah, akhirnya si C-F harus kena getahnya kehilangan kesempatan yang mereka ambil.

Peraturan itu selalu ada celahnya, dan it’s fine bro, peraturan mana yang nggak ada celahnya? Malah kadang peraturan sengaja dikasih celah kok. Dan kalo ada orang yang memanfaatkan celah itu untuk kebahagiaannya sendiri ya kenapa kita musti ngiri? Selama itu tidak merugikan orang lain.

Orang baik yang menghilangkan kesempatan orang lain juga nggak bisa dibilang baik.

--

--

Light Bulp
Light Bulp

No responses yet